Makassar – Demam adalah gejala umum banyak penyakit menular, contohnya flu, COVID-19, DBD, malaria. Pentingnya thermal scanner di bandara itu untuk skrining awal kesehatan penumpang secara massal dan cepat. Thermal scanner membaca suhu tubuh dari jarak jauh menggunakan inframerah. Kalau seseorang dengan suhu ≥38°C, maka akan langsung terdeteksi.
Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Makassar terus berupaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta menjamin mutu layanan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan riset kalibrasi alat thermal scanner yang dilaksanakan di lingkungan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Makassar pada 4 Juni 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim BPAFK Makassar yang terdiri dari Royditya Astrawinanta, S.Tr.Kes., Putra Syaiful Hidayat, S.ST., dan Ibrahim Surya Quisyairi, AMTE. Riset dilakukan terhadap alat thermal scanner merek Optotherm tipe IS640-GRD-1 menggunakan alat standar berupa Blackbody Isothermal ISOTECH TTI-10 dan Precision Infrared Calibrator Fluke 4180.
Hasil riset menunjukkan bahwa thermal scanner mampu memberikan hasil pengukuran yang mendekati nilai standar pada seluruh titik suhu yang diuji. Pada titik set suhu 35°C diperoleh hasil pengukuran 35,16°C, pada set suhu 37°C sebesar 36,92°C, dan pada set suhu 40°C sebesar 39,72°C. Data tersebut menjadi dasar evaluasi kinerja alat serta pengembangan metode kalibrasi thermal scanner yang lebih akurat dan andal.
Melalui kegiatan riset ini, BPAFK Makassar semakin memperkuat perannya sebagai institusi yang mendukung terjaminnya mutu alat kesehatan di Indonesia. Ke depan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh akan diterapkan dalam pelaksanaan pengujian dan kalibrasi thermal scanner serta alat kesehatan lainnya guna mendukung keselamatan pengguna dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui kalibrasi untuk mengetahui tingkat keakurasian alat thermal scanner.

Herwin (085-333-444-868)
Asni Hafid (0813-5595-5638)
Total Kunjungan 109170
